Kamis, 19 Februari 2015
SURGA DIMANA-MANA
Memang tak akan pernah habis jika membahas tentang surga, saya yakin wakaupun setiap kita belum pernah melihat surga namun sebagai muslim merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk mempercayai hal-hal yang ghaib. Betapa kita sangat bahagia ketika membaca sebuah ayat dalam Al Quran yang mendeskripsikan tentang makhluk Allah yang satu ini. Angan-angan kita melayang tak tentu arah membayangkan keindahan surga yang diciptakan oleh Allah khusus bagi jiwa-jiwa yang beriman dan taat. Sungai yang mengalir, pepohonan rindang nan hijau, ditambah bidadari-bidadari cantik, itulah yang sering kita bayangkan ketika mendengar kata surga. Subhanallah...
Tahukah kita? Ternyata surga itu ada dimana-mana dan justru sangat dekat dengan kita. Secara harafiah, ketika mendengar ini mungkin ada sedikit penolakan dalam benak kita. Namun, jika kita mau sedikit saja membuka mata, ternyata rumah kontrakan kita pun bisa menjadi surga, aahhh... bercanda. Ya, memang terdengar bercanda tapi sungguh ini bukanlah guyonan semata, ini benar-benar nyata. Betapa tidak, bukankah setiap manusia yang ada didalam rumah kontrakan itu adalah manusia yang in syaa Allah sama dengan yang akan kita temui di surga? Bagaimana dengan ibu? Ayah? Tak maukah kita bertemu dengan mereka di surga kelak? Tentu sangat mau bukan? Begitupun dengan suami, istri serta anak yang amat kita cintai. Mereka lah yang menjadi surga kita.
Sadarilah, apapun yang kita lakukan di dunia ini haruslah bermuara pada keinginan menuju surganya Allah. Ketika kita berbicara tentang surga disertai dengan keinginan kita untuk memasukinya, maka semua komponen dalam hidup kita bisa menjadi sebuah inspirasi sekaligus objek atau sarana kita menuju surganya Allah. Bahkan Allah sendiri berfirman bahwa manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepadaNya. Kita semua tahu, makna dari ibadah adalah bentuk pengabdian kepada Allah yang mana ketika kita benar-benar mengabdikan diri kita, disitulah Allah akan memberikan rahmatNya.
Rahmat Allah tidak melulu soal materi, justru rahmat atau bentuk kasih sayang terbesar dari Allah adalah kita di perkenankan untuk memasuki surgaNya. Maka, selayaknya itulah yang seharusnya kita cari dan menjadi goal terbesar kita di dunia ini. Ketika kita bekerja, mengajar, berjalan, makan, mandi, bahkan tidur, niatkanlah surga dalam hati. Jika sesuatu yang besar (surga) telah kita niatkan dalam hati pada setiap kegiatan kita, dengan begitu hasilnya pun akan besar. Mungkin akan berbeda ceritanya jika niat kita bekerja atau melakukan kegiatan hanya sekedar untuk sebuah materi, misal ingin punya mobil, ingin punya rumah, ingin punya tv, ingin terkenal dsb, maka hanya itulah yang kita dapat. Materi dapat, surga belum tentu dapat. Tapi jika niat kita bekerja karena ingin surga, in syaa allah surga dapat materi pun dapat. Aaamiinnn... Mudah bukan?
Surga itu ada dimana-mana, Ayah ibu kita surga, suami istri kita surga, anak kita surga, tetangga kita surga, saudara kita surga, cucu kita surga, orang yang kita beri tempat duduk didalam kereta juga surga, atasan kita surga, anak buah kita surga, sahabat kita surga, anaknya sahabat kita surga, bahkan binatang peliharaan kita pun bisa menjadi sarana kita mendapatkan surga, dan masih banyak lagi, subhanallah.....
Manusia memang gemarnya membatas-batasi dan mengkotak-kotakkan sesuatu, bahkan yang sesuai fitrah saja sering kita tidak sadar sudah mengkotak-kotakkanya. Contoh, dalam dunia pendidikan saja, kita dengan sombongnya mengatakan bahwa anak yang pintar hanya anak yang nilai matematikanya 9, sedangkan yang nilainya dibawah 5 adalah anak bodoh, astagfirullah... anak didik kita juga manusia ciptaan Allah bukan? Lalu mengapa kita dengan seenaknya mengatakan mereka bodoh hanya karena nilai matematika. Padahal mungkin saja, Allah telah memberikan satu gen didalam darahnya adalah gen seorang pekerja seni yang hebat saat dia dewasa nanti. Sebagai manusia, sering kita di lalaikan oleh urusan duniawi sehingga waktu untuk men-tafakur-i makhluk ciptaan Allah yang bernama “anak” saja kita tidak sempat. Padahal berapa banyak yang bisa kita ambil pelajarannya dari satu orang anak saja.
Balik lagi ke masalah surga, mengapa saya begitu antusias ketika membicarakan tentang anak? Hal ini dikarenakan saya baru menyadari bahwa anak adalah sarana terbesar kita untuk mendapatkan surga setelah ibu, namun sekaligus neraka buat kita jika tidak menjalankan amanah yang Allah berikan. Jangan sampai hanya karena urusan duniawi, surga kita justru terbengkalai, tak terurus. Khususnya bagi para ibu, yuk cobalah ikhlaskan dan niatkan hati kita untuk segara menuju ke fitrah. Allah tidak akan pernah menzhalimi makhlukNya. Tak cukupkah merasakan betapa Allah sangat sayang dengan kita, kita dihidupkan sampai sebesar dan sehebat ini juga tak lepas dari kasih sayang Allah. Mengapa hanya demi segelintir kertas ber nominal dan hidup mewah kita tega menentangNya? Allah tidak akan bertanya berapa besar pendapatan kita atau setinggi apa jabatan kita, maka jangan sampai kita mengejar itu semua dengan tetesan darah dan keringat sedangkan yang jelas-jelas diamanahkan dan jelas-jelas akan dimintai pertanggung jawabannya malah kita abaikan.
Sadarilah, bahwa semua komponen yang ada disekitar kita mulai dari yang menempel di tubuh kita sampai yang ada di seberang lautan semuanya adalah sarana kita mendapatkan rahmat terbesar Allah, yaitu surga. Tak akan pernah selesai jika kita harus menyebutkannya satu persatu karena begitu melimpahnya sarana itu. Hanya butuh keikhlasan hati ditambah keimanan untuk meyakininya. Semoga kita semua selalu diberikan kemudahan dalam beribadah serta senantiasa dalam naungan Allah SWT. Aammiiiinnn...
Langganan:
Komentar (Atom)

